PPC Iklan Blogger Indonesia

Rabu, 01 Juli 2015

Cerpen : Sumur Rumah Tua



Malam itu hujan turun begitu deras beserta kilat menyambar dan angin bertiup sangat lah kencang. Hendra dan adik nya naik sepeda motor menuju arah pulang dari rumah paman nya yang berada di desa bambu kuning. Saat dalam perjalan pulang tiba-tiba sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami pecah ban. Akhirnya mereka berjalan kaki mencari tukang tambal ban yang masih buka. Di tengah hujan yang begitu deras baju yang dikenakan Hendra dan adiknya basah kuyup dan wajah mereka nampak pucat karena menahan dingin. Lebih dari 3 km mereka berjalan kaki tidak ada juga tukang tambal ban yang mereka jumpai. Akhirnya mereka memutuskan berhenti berjalan dan istirahat di suatu tempat. Tepat di depan sebuah rumah tua peninggalan zaman jepang yang kini kosong tak berpenghuni mereka berteduh sembari menunggu hujan reda. Tanpa disadari oleh mereka ada sekelebatan bayangan hitam dari dalam rumah dan langsung keluar berwujud sepasang suami istri yang tua renta langsung menghampiri mereka. Hendra dan adiknya pun tersentak kaget… dengan wajah pucat ketakutan Hendra dan adiknya bertanya..
Hendra : “ Kakek dan nenek siapa!!
Kakek : Kami yang punya rumah ini cu… !!!
Hendra : Maaf Kek,,,, Kami langsung masuk kehalaman Rumah kakek dan nenek tanpa meminta izin, kami hanya bermaksud untuk berteduh.
Kakek : Tidak papa cu…kami tidak melarang kalian masuk , silahkan saja kalian berteduh, kalian juga boleh menginap disini.
Hendra : Terimakasih kek.. karna telah mempersilahkan kami untuk berteduh dan beristirahat di rumah kakek dan nenek
Hendra dan adiknya akhirnya masuk kedalam rumah tua yang penuh dengan lukisan, foto-foto dan barang-barang antik di dalam rumah tersebut. Hendra dan adiknya di temani kakek dan nenek menuju kamar tempat mereka beristrahat. Setibanya di sebuah kamar yang disediakan oleh pemilik rumah, terpampang foto- foto kuno peninggalan zaman jepang seperti menatap tajam dan memperhatikan mereka. Hendra dan adiknya tidak bisa bersuara saat melihat pemandangan kamar yang begitu menyeramkan dan membuat bulu kuduk mereka berdiri. Setelah beberapa lama kemudian Kakek dan nenek datang ke kamar mereka lagi dengan membawa makanan yang sangat lezat, sayur-sayuran dan aroma Ikan gabus panggang begitu membuat mereka pengen cepat memakannya. Dari wajah adik hendra terlihat sangat lapar dan pengen segera memakan makanan yang telah di sediakan oleh kakek dan nenek tersebut.
Hendra : “ Trimakasih banyak kek…!! Nek…!! atas jamuan makan malam yang kakek dan Nenek sediakan buat kami, kami tidak tau harus dengan apa membalas kebaikan kakek dan nenek
Kakek : Ssama- sama cu-cu… !!!
Adik : Ayo ka … Kita makan,, adek laper nih!!!
Hendra : Huss!!!! Berdoa dulu de… Baru makan.yu ke kita makan bareng.
Kakek : Silahkan Kalian makan ….,masih ada yang mau kakek kerjakan sama nenek.
Di saat Hendra dan adiknya sedang membaca doa… terdengar jeritan suara yang sangat keras dari sebuah sumur yang berada tepat di belakang rumah tua tersebut yang meminta agar mereka berhenti membaca doa….. “ Panas tolong….. panas, Berhenti kalian membaca doa…!!. Hendra dan adik nya langsung berhenti membaca doa dan mereka berlari kesudut kamar. Mereka nampak ketakutan muka mereka pucat, dan alangkah terkejutnya lagi mereka, dari piring makan yang diberikan kakek dan nenek tadi ternyata penuh dengan belatung dan potongan tangan manusia yang telah membusuk. Hendra dan adiknya muntah melihat pemandangan tersebut dan mereka memberanikan diri keluar dari kamar seraya memangil-mangil kakek dan nenek pemilik rumah tua. Namun beberapa kali mereka memanggil tidak ada jawaban yang terdengar hanya suara rintihan tangisan dari belakang rumah. Hendra merasa penasaran lalu bersama adiknya perlahan melangkahkan kaki menuju kearah belakang rumah. Saat beberapa langkah menuju belakang rumah mereka di kejutkan oleh sekelebatan bayangan hitam yang keluar dari salah satu kamar. Sangat cepat dan menghilang menembus dinding. Sedikit demi sedikit mereka melanjutkan langkah mereka menuju belakang rumah. Terlihat ada dua orang yang tak lain adalah sosok yang baru mereka kenal yaitu kakek dan nenek yang sedang duduk menangis di pinggir sumur, dengan suara mereka yang merintih kesakitan. Dari sumur itu terlihat potongan-potongan tubuh manusia yang qtelah membusuk. Mereka pun sangat ketakutan setelah ada suara memanggil mereka. Saat ingin beranjak pergi meninggalkan rumah tua, seketika itu juga kaki mereka terasa kaku seperti ada yang memegang. Suara itu seakan-akan mengikat kaki mereka dengan erat “ nak….. !!! Jangan pergiiii ,,,,temani kami disini….. akhirnya mereka terjebak diantara penghuni sumur rumah tua.

Jumat, 26 Juni 2015

Cerpen : Liburan Mengerikan

Libur sekolah telah tiba. Di sebuah sekolah ternama di kota Banjarmasin para murid bersemangat mengatur rencana untuk mengisi hari libur mereka dengan kegiatan yang bermakna dan bermanfaat. Lain dengan Edi, Anang dan Rudi mereka mengatur rencana untuk berlibur ke puncak tanpa sepengetahuan orang tua dan pihak guru di sekolah. Keesokan harinya Anang, Rudi dan Edi minta ijin ke orang tua agar di ijinkan untuk mengikuti kegiatan berkemah di sekolah, padahal saat itu di sekolah tidak ada acara berkemah, mereka berkemas menyiapkan barang-barang dan kebutuhan selama ke camping ke puncak, tepat jam 10.35 wita mereka berangkat menuju puncak yang berada jauh di daerah Kabupaten Banjar, Puncak ini terkenal dengan air terjun, pemandian putri raja dan bekas benteng peninggalan belanda, tidak ada masalah di dalam perjalanan mereka ke puncak karena jalan menuju puncak pada saat itu tidak lah terlalu ramai. Setibanya di lokasi yang di tuju tepat jam 12.00 wita mereka membereskan perbekalan mereka dan mengatur tempat yang strategis untuk mendirikan kemah, tepat di dekat air terjun dan di bawah lereng kolam pemandian putri raja yang terkenal angker dan jauh dari pemukiman warga setempat, setelah mereka mendirikan kemah Anang dan Rudi pergi mencari ranting-ranting tua yang sudah kering untuk d jadikan kayu bakar buat memasak makanan dan membuat api unggun buat malam sedangkan Edi tidak ikut dia menjaga kemah. Tanpa di sadari, mereka ternyata sudah terlalu jauh berjalan meninggalkan lokasi kemah. Anang dan Rudi tersesat padahal mereka sudah bertanya ke orang yang berpapasan dengan mereka di jalan. Lebih dari 10 kali mereka berjalan tetap saja kembali ketempat yang sama. Akhirnya mereka berdua duduk istirahat di pinggir aliran air terjun wajah mereka terlihat kelelahan dan pucat. Sedangkan Edi yang di tinggal kan sendirian di kemah merasa tidak tenang dan ketakutan, karena setiap ada bunyi-bunyian di semak-semak dan pepohonan dia langsung menjerit memanggil nama kedua temannya sambil memegang sebilah kayu. Malam telah tiba tanpa di sadari akibat kelelahan mencari jalan pulang ke kemah Anang dan Rudi Ketiduran di pinggir aliran air terjun, dan dengan nekat akhirnya Edi berbekalkan sentar dan sebilah kayu memberanikan diri masuk ke dalam hutan menyusul Anang dan Rudi kedalam hutan. Di sepanjang jalan Edi selalu di ganggu dengan bermacam- macam suara tawa misterius yang membuat Edi lari terbirit- birit. Di lain tempat Anang dan Rudi terbangun karena di kejutkan oleh genangan air dari aliran air terjun yang semakin dalam dan deras sesekali suara air tejun menyerupai suara tawa raksasa. Anang dan Rudi dengan langsung lari terbirit-birit menjauhi aliran air terjun sampai di sebuah pohon besar. Tanpa di sengaja Edi, Rudi dan Anang saling bertabrakan. Mereka bertiga terlihat ketakutan dan masing-masing mulut mereka komat kamit membaca doa sambil bersandar di pohon besar dan akhirnya jatuh pingsan. Keesokan harinya mereka sadar dan terbangun karena terkena cahaya matahari dari sela-sela daun pohon cemara yang sangat besar tepat di tepian kolam pemandian putri raja. Mereka bergegas meninggalkan tempat itu dan berbenah merapikan kemah dan segera pergi dari puncak yang terkenal angker. Saat mereka turun dari puncak mereka bertemu dengan seorang kakek yang sedang mencari rumput buat pakan ternak sapi. Mereka bertiga berhenti dan bertanya kepada kakek tersebut tentang tempat perkemahan yang membuat mereka ketakutan sampai jatuh pingsan. Dengan singkat kakek itu menjawab dengan raut muka misterius menjawab sambil tertawa “Kalian masuk tanpa ijin dan mendirikan kemah tepat di depan istana raja kami kalian harus pergi atau kalian akan mati!!!”. Edi, Rudi dan Anang langsung bergegas lari untuk pergi tanpa menoleh kebelakang lagi.

Sabtu, 25 April 2015

Makalah Manusia dan Penderitaan Prodi Ilmu Budaya Dasar



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang 
Setiap manusia yang hidup di dunia pasti pernah merasakan penderitaan. Baik itu ringan atau berat. Hidup tidaklah selalu bahagia tuhan memiliki caranya sendiri untuk mengukursebarapa kuat iman kepadanya. Hidup di duniapun tidak selalu menderita, sedih, ataupun susah.
Terkadang saat manusia terlalu terbuai dengan kesenangan duniawi manusia akan melupakan batasan-batasan yang ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuknya yang membuatnya menderita.
Penderitaan selalu datang tak terduga, manusia takkan pernah tau kapan , jam berapa,  menit keberapa, dan detik keberapa penderitaan akan datang menghampiri hidupnya. Manusia hanya perlu menjalani hidupnya dengan sebaik baiknya dengan aturan yang berlaku dan sesuai kepercayaan yang ia anut.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari penderitaan?
2.      Apa hubungan manusia dengan penderitaan?
3.      Bagaimana cara manusia menghadapi penderitaan?
4.      Apa saja sebab terjadi penderitaan?
5.      Apa pengaruh dari penderitaan?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian penderitaan
2.      Untuk mnegetahui hubungan manusia dengan penderitaan
3.      Untuk mengetahui bagaimana cara manusia menghadapi penderitaan
4.      Untuk mengetahui apa saja sebab terjadi penderitaan
5.      Untuk mengetahui pengaruh dari penderitaan

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Penderitaan
Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapat dirasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun batin. Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu intensitas penderitaan.
Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan suatu penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Memang harus diakui, di antara kita dan dalam masyarakat masih terdapat banyak orang yang sungguh-sungguh berkehendak baik, yaitu manusia yang merasa prihatin atas aneka tindakan kejam yang ditujukan kepada sesama manusia yang tidak saja prihatin, melainkan berperan serta mengurangi penderitaan sesamanya, bahkan juga berusaha untuk mencegah penderitaan atau paling tidak menguranginya, serta manusia yang berusaha keras tanpa pamrih untuk melindungi, memelihara dan mengembangkan lingkungan alam ciptaan secara berkelanjutan. Ada keinginan alamiah manusia untuk menghindari penderitaan. Tetapi justru penderitaan itu merupakan bagian yang terkandung dalam kemanusiaannya.

B.     Hubungan Manusia dan Penderitaan
Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.
Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya. Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada pederitaan di akhirat.
Banyak yang salah kaprah dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganhap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit, yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih di dalam neraka.

C.    Cara Manusia Menghadapi Penderitaan
Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
1.      Siksaan
Penderitaan biasanya di sebabkan oleh siksaan. Baik fisik ataupun jiwanya.Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Arti siksaan, siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat psikis, kebimbangan, kesepian, ketakutan.
Siksaan Yang Sifatnya Psikis :
a.       Kebimbangan
memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih.
b.      Kesepian
merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
c.       Ketakutan
adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
penyebab seseorang merasakan ketakutan, antara lain:
1.      Claustrophobia dan agrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.
2.      Gamang adalah rasa takut akan tempat yang tinggi.
3.      Kegelapan adalah rasa takut bila seseorang berada di tempat gelap.
4.      Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
5.      Kegagalan ketakutan dari seseotang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
2.      Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1.    Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
3.  Selalu iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga dia menjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi diri dan bunuh diri.
4.    Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi social
5.  Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, ( orang-orang melankolis)
6.    Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1.  Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2.    Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
4.   Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit jiwa, terutama gangguan kecemasan.
5.  Dipicu oleh faktor psychoeducational. Faktor ini terjadi karena adanya kesalahan dalam proses pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkan masalah. Konflik-konflik di masa kecil yang tidak terselesaikan, perkembangan yang terhambat serta tiap fase perkembangan yang tidak mampu dicapai secara optimal dapat memicu gangguan jiwa yang lebih parah.
6.  Faktor sosial atau lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa, misalnya budaya, kepadatan populasi hingga peperangan. Jika lingkungan sosial baik, sehat tidak mendukung untuk mengalami gangguan jiwa maka seorang anak tidak akan terkena gangguan jiwa. Demikian pula sebaliknya. Gangguan jiwa tidak dapat menular, tetapi mempunyai kemungkinan dapat menurun dari orang tuanya. Namun hal ini tidak berlaku secara absolut.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1.      Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2.      Terjadinya konflik sosial budaya.
3.   Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
1.      Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
2.      Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.
Bentuk frustrasi antara lain :
1.      Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2.      Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan
3.      Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4.      Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain.
5.      Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6.      Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
7.      Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.      Kota – kota besar
2.      Anak-anak muda usia
3.      Wanita
4.      Orang yang tidak beragama
5.      Orang yang terlalu mengejar materi

D.    Sebab-Sebab Terjadi Penderitaan
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1.      Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Allah SWT berfirman, aku tidak akan pernah merubah nasib hambaku melainkan hambaku sendirilah yang merubahnya. Sudah jelas Tuhan tidak akan mengubah nasib hambanya, karena atas usaha hambanya sendirilah yang bisa mengubah nasibnya itu. Adapu perbedaan antara nasib buruk dan takdir, kalau takdir Tuhan yang menjadi penentunya sedangkan nasib buruk itu manusialah penyebabnya. Karena perbuatan buruk antara sesama manusia menyebabkan menderitanya manusia yang lain, contohnya:
a.       Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap, dan disiksa oleh majikannya, sudah pantas jika majikannya yang biadab itu diganjar dengan hukuman penjara oleh pengadilan negeri Surabaya supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki sekaligus merasakan penderitaan yang telah diberikan kepada orang lain. Sedangkan pembantu yang telah menderita itu dipulihkan.
b.      Perbuatan buruk orang tua Arie Hanggara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian, sudah pantas jika dijatuhkan hukuman oleh pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki dan sekaligus merasakan penderitaan anaknya.
c.       Perbuatan buruk para pejabat pada zaman orde lama dituliskan oleh seniman Rendra dalam puisinya “bersatulah pelacur-pelacur kota Jakarta,” perbuatan buruk yang merendahkan derajat kaum wanita tidak lebih dari pemuas nafsu seksual. Karya Rendra ini dipandang sebagai salah satu usaha memperbaiki nasib buruk itu dengan mengkomunikasikannya kepada masyarakat termasuk pelacur ibu kota itu.
2.      Penderitaan timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan.
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran , tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan bentuk ini:
1.      Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasan luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas., dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di Universitas Di Sorbone Perancis. Dia adalah Prof. Dr. Thaha Husen, Guru besar Universitas di Kairo Mesir
2.      Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar ia menerima cobaan ini. Bertahun-tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan memeliharanya, dan ia dikucilkan. Berkat kesabaran dan pasrah kepada Tuhan, sembuhlah Ia dan tampak lebih muda, sehingga istrinya tidak mengenalinya lagi. Di sini kita dihadapkan kepada masalah sikap hidup kesetiaan, kesabaran, tawakal, percaya, pasrah, tetapi juga sikap hidup yang lemah, seperti kesetiaan dan kesabarn sang istri yang luntur, karena penyakit Nabi Ayub yang lama.
3.      Tenggelamnya Fir’aun di laut merah seperti disebutkan dalam Al-Qur’an adalah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada orang yang ampuh dan sombong. Fir’aun adalah raja mesir yang mengaku dirinya Tuhan. Ketika Fir’aun bersama bala tentaranya mengejar Nabi Musa dan –para pengikutnya menyeberangi laut merah, laut itu terbelah dan Nabi Musa serta para pengikutnya berhasil melewatinya. Ketika Fir’aun dan tentaranya berada tepat ditengah belahan laut merah itu, seketika juga laut merah itu tertutup dan mereka semua tenggelam.

E.     Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dan sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dan penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa; anti ibu tiri; anti kekerasan, ia berjuang menentang kekerasan, dan lain-lain.
Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan yang harus disingkirkan.
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pada hakekatnya penderitaan dan manusia itu berdampingan bahkan penderitaan itu selalu ada pada setiap manusia karena penderitaan merupakain rangkaian dari kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan. Penderitaan itu dapat teratasi tergantung  bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat atau sebagai media untuk menginstropeksi diri. Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya. Agar manusia tidak mengalami penderitaan yang berat untuk itu manusia harus bisa menjaga sikap dan perilaku baik kepada sesama manusia, alam sekitar, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan kita menjaga sikap dan perilaku antar sesama manusia, alam sekitar, dan Tuhan Yang Maha Esa, kita akan hidup dengan nyaman dan tentram tidak ada gangguan dari siapapun. Selain itu kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya.

B.     Saran
Untuk lebih mudah menerima segala kesedihan dan penderitaan hidup kita harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan berserah diri dan menerima segala sesuatu yang ada dengan syukur selalu. Karena dalam masalah yang ada pasti ada makna yang tersembunyi didalamnya sehingga kita harus membuatnya menjadi pengalaman hidup, karena pengalaman hidup adalah huru yang terbaik


DAFTAR PUSTAKA

Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1994. Seri diktat kuliah Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma
Dalam buku Ilmu Budaya Dasar, Karya Yulia Budiwati
Dalam buku Ilmu Budaya Dasar, penerbit Gramedia
Http://ms.wikipedia.org/wiki/penderitaan
Http://egapramesti.wordpress.com/2011/04/30/Manusia-dan-penderitaan/
Http://hasqial.blogspot.com
Http://hadiprianto.blogspot.com/2014/04/manusia-dan-penderitaan.html

PPC Iklan Blogger Indonesia